L
 TANAH LONGSOR


ONGSOR atau sering disebut gerakan tanah adalah suatu peristiwa geologi yang terjadi karena pergerakan masa batuan atau tanah dengan berbagai tipe dan jenis seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah. Secara umum kejadian longsor disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor pendorong dan faktor pemicu. Faktor pendorong adalah faktor-faktor yang memengaruhi kondisi material sendiri, sedangkan faktor pemicu adalah faktor yang menyebabkan bergeraknya material tersebut. Meskipun penyebab utama kejadian ini adalah gravitasi yang memengaruhi suatu lereng yang curam, namun ada pula faktor-faktor lainnya yang turut berpengaruh:
§  erosi yang disebabkan aliran air permukaan atau air hujan, sungai-sungai atau gelombang laut yang menggerus kaki lereng-lereng bertambah curam
§  lereng dari bebatuan dan tanah diperlemah melalui saturasi yang diakibatkan hujan lebat
§  gempa bumi menyebabkan getaran, tekanan pada partikel-partikel mineral dan bidang lemah pada massa batuan dan tanah yang mengakibatkan longsornya lereng-lereng tersebut
§  gunung berapi menciptakan simpanan debu yang lengang, hujan lebat dan aliran debu-debu
§  getaran dari mesin, lalu lintas, penggunaan bahan-bahan peledak, dan bahkan petir
§  berat yang terlalu berlebihan, misalnya dari berkumpulnya hujan atau salju

CIRI DAERAH RAWAN TANAH LONGSOR !

1. Daerah berbukit dengan kelerengan lebih dari 20 derajat
2. Lapisan tanah tebal di atas lereng
3. Sistem tata air dan tata guna lahan yang kurang baik
4. Lereng terbuka atau gundul
5. Terdapat retakan tapal kuda pada bagian atas tebing
6. Banyaknya mata air/rembesan air pada tebing disertai longsoran-longsoran kecil
7. Adanya aliran sungai di dasar lereng
8. Pembebanan yang berlebihan pada lereng seperti adanya bangunan rumah atau saranan lainnya.
9. Pemotongan tebing untuk pembangunan rumah atau jalan



PENYEBABNYA :
­gravitasi yang mempengaruhi suatu lereng yang curam
­erosi yang disebabkan sungai-sungai atau gelombang laut yang menciptakan lereng-   lereng yang terlalu curam
­ lereng dari bebatuan dan tanah diperlemah melalui saturasi yang diakibatkan hujan lebat
­ gempa bumi menyebabkan tekanan yang mengakibatkan longsornya lereng-lereng yang lemah
 gunung berapi menciptakan simpanan debu yang lengang, hujan lebat dan aliran debu-debu
­ getaran dari mesin, lalu lintas, penggunaan bahan-bahan peledak, dan bahkan petir 


UPAYA MENGURANGI TANAH LONGSOR

1. Menutup retakan pada atas tebing dengan material lempung.

2. Menanami lereng dengan tanaman serta memperbaiki tata air dan guna lahan.

3. Waspada terhadap mata air/rembesan air pada lereng.

4. Waspada padsa saat curah hujan yang tinggi pada waktu yang lama

YANG DILAKUKAN PADA SAAT DAN SETELAH TANAH LONGSOR

1. Karena longsor terjadi pada saat yang mendadak, evakuasi penduduk segera setelah diketahui tanda-tanda tebing akan longsor.

2. Segera hubungi pihak terkait dan lakukan pemindahan korban dengan hati-hati.

3. Segera lakukan pemindahan penduduk ke tempat yang aman. 

WILAYAH RAWAN TANAH LONGSOR

Setidaknya terdapat 918 lokasi rawan longsor di Indonesia. Setiap tahunnya kerugian yang ditanggung akibat bencana tanah longsor sekitar Rp 800 miliar, sedangkan jiwa yang terancam sekitar 1 juta.
Daerah yang memiliki rawan longsor

Jawa Tengah 327 Lokasi

Jawa Barat 276 Lokasi

Sumatera Barat 100 Lokasi

Sumatera Utara 53 Lokasi

Yogyakarta 30 Lokasi

Kalimantan Barat 23 Lokasi

Sisanya tersebar di NTT, Riau, Kalimantan Timur, Bali, dan Jawa Timur.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Latihan Visualisasi untuk Menerapkan Tindakan yang Tepat Pada Situasi Pertarungan

Anabeth Chase

Musikalisasi